Sore itu hujan turun dengan sangat lebatnya, mengiringi pemutaran Jalan Remaja 1208, salah satu program Kampung Halaman, Yogjakarta di Malang Meeting Point (mamipo) hari Kamis (12/8). Namun itu tak menyurutkan semangat kami untuk tetap konsentrasi menonton, walau kami hanya ber-13 (4 siswa SMU Dempo, 3 dari SMK 3, 2 mahasiswa, 1 blogger, dan 3 fotografer).

Tahun ini Jalan Remaja 1208 bertema “Rumahku Duniaku”. Karya-karya yang ditampilkan begitu dekat dengan para remaja, karena mereka bersinggungan secara langsung. “Sak’aken koncoku, de’e sambat kakean tugas (kasihan teman saya, dia mengeluh kebanyakan tugas),” celetuk salah satu penonton dari SMU Dempo saat video “RSBI…Agrh…!!” diputar. Sesaat setelah “Terang dalam Gelap” yang bercerita tentang siswi SLB berprestasi diputar, seorang siswi SMK 3 ngobrol dengan temannya, “bersyukurlah kita normal, jangan suka bolos dech.” Tuh kan, video yang dibuat teman-teman SMA sejawat ternyata mempunyai dampak terhadap penonton. “Ya ini kan anak-anak SMU, jadi mereka lebih dekat dengan dunia mereka, bagus banget. Beda sama jaman kita dulu. Coba JR1208 ini dibuat di kalangan mahasiswa, pasti beda juga pendekatan dan ceritanya,” ujar Radit, salah satu penonton.
Diskusi kecil terjadi setelah pemutaran, namun lebih kepada harapan bahwa seandainya remaja-remaja di Malang ini diajak untuk melakukan hal yang sama dengan Jalan Remaja 1208, pasti sangat menarik, karena kota Malang sendiri sangat terbuka dengan kebudayaan baru. Dan tak terasa Adzan magrib-pun berkumandang, kami yang melaksanakan ibadah puasa segera membatalkan dengan minum es Blewah versi mbak Yayuk.
