11 Aug 2010

Pertama Kalinya Aku Membuat Film

Saat itu, merupakan pertengahan tahun 2007. Aku baru akan melanjutkan sekolahku ke tingkat SLTA, momen yang telah mengenalkan aku bersama teman-teman ke sebuah media untuk berbicara atau mengemukakan pendapat serta keresahan yang kami rasakan terhadap lingkungan sekitar tempat kami tinggal. Aku merupakan salah satu remaja perempuan yang tinggal di Indramayu-Jawa barat yang telah ikut serta dalam program Aku dan Indramayu yang telah diselenggarakan oleh sebuah LSM di Yogyakarta yaitu bernama kampung Halaman yang saat itu berkerjasama dengan Unicef.

Pertama kalinya bagi aku dan teman-teman lain yang mengikuti program, mengenal media video ini. Aku  tidak pernah menyangka sebelumnya kalau aku akan bisa membuat sebuah video dokumenter bertajuk tentang seputar kebiasaan yang sangat tidak baik di daerahku sendiri. Awalnya aku dan beberapa teman lain mengikuti seleksi dengan kami bercerita mengenai lingkungan kehidupan kami di desa dan hal-hal yang cukup mengganggu dan meresahkan yang berdampak negative pada kondisi remaja di desaku khususnya bagi remaja perempuan. Seperti contohnya, pada saat itu aku meceritakan keadaan remaja di desaku yang remaja laki-lakinya lebih suka untuk minum-minuman keras dan banyak yang putus sekolah karena berbagai faktor seperti keterbatasan biaya atau pengaruh pergaulan yang tidak sehat serta remaja perempuannya yang tidak dapat memperoleh banyak pilihan setelah lulus dari bangku sekolah dasar yang mereka dihadapkan pada dua pilihan yaitu bekerja membantu orang tua ataukah dinikahkan agar hidupnya tidak lagi ditanggung oleh orang tua mereka.

Program Aku dan Indramayu itu akhirnya menghasilkan lima buah video dokumenter tiga diantaranya dibuat oleh beberapa remaja perempuan di kawasan Dadap dan dua lainnya dibuat oleh beberapa remaja perempuan di desaku dan salah satu remaja itu yaitu aku. Lima video itu berjudul, Aku Ingin Sekolah, Kehidupanku, Aku Ingin…, Gaul Yuk dan 17 tahun keatas. Judul yang terakhir itu adalah judul video dokumenterku bersama tiga teman pembuat lain.

Pengalamanku ketika pertama kalinya mengenal alat-alat untuk membuat film sangat membingungkan, betapa tidak menyentuhnyapun kami belum pernah sebelumnya karena kehidupan di desa itu serba dengan keterbatasan. Tapi beruntungnya pernah ikut program ini, meski hanya mengikuti workshop secara intensif tapi akhirnya kami membuat video dokumenter itu. Semuanya berkesan sangat seru, ragu ketika mengoperasikan alat-alat seperti handycam dan mengedit video meski aku tidak begitu ikut andil banyak, sangat semangat ketika mencari-cari client yang mau diwawancara dan sebagainya. Semua proses itu sungguh menyenangkan dan tanpa disadari kami sedang membuat sebuh film dan bisa dikatakn saat itu status kami sebagai sutradara. Betapa senangnya setelah lima video itu jadi dan akhirnya kami memutarkan di beberapa desa di Indramayu dan kami dibantu oleh fasilitator Kampung Halaman untuk menyusun sebuah acara pemutaran dan mengatur jalannya diskusi setelah pemutaran.

Kesan pas memutarkan film kami itu sungguh menyenangkan, karena pada dasarnya itu kali pertama buatku dan teman-teman yang lain juga. Keseluruhannya adalah pertama kalinya buatku, membuat video, menjalani proses wawancara-wawancara dengan orang-orang yang kami ikutsertakan dalam isi video dokumenter yang dibuat serta memutar film di beberapa desa di Idramayu. Harus berlari-lari ketika itu dalam kelompokku akan mengambil gambar salah seorang teman kami yang menikah di usia yang sangat muda. Menunggu matahari yang mau tenggelam, ditolak oleh beberapa teman yang nggak mau di wawancara semuanya sangat mengesankan.

Semua hal itu sangat menggembirakan dan itu adalah pertama kalinya bagiku melakukan perjalanan dan mengikuti proses yang menurutku sangat memberi aku pengalaman dan membanggakan bagiku hingga saat ini. Film kami itu akhirnya banyak diputar di berbagai daerah dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri juga. Masuk nominasi dalam berbagai festival dan menjadi kebanggan serta sebuah alat yang bisa digunakan untuk bersosialisasi kepada masyarakat umum. Semua apa yang sudah diraih tidak terlepas akan keaktifannya Kampung Halaman. Terima kasih semuanya… J let’s make movies together!!!

Tags:

4 Diskusi: Pertama Kalinya Aku Membuat Film

  1. Wahhh, makasih ya mba Kiki, makasih pak Penyo… tulisanku dimuat. Aku udah publish ke dinding facebook dan promo2 sama kawan2… huhuhu mengesankan sekali.

  2. Weks…. Untuk sementara, kotak Author belum aktif. Sabar ya…..

  3. Ok. Mba, tulisanku yang satu lagi’y belum di publish yaaaa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>