19 Aug 2011

Kabar Pemutaran JR1208 di Cilacap-Jawa Tengah

Tepat pada pukul 15.30WIB, Layar Putih dibentangkan. Di sebuah garasi samping rumah TBM (Taman Belajar Multimedia) Sangkanparan. Ya, pada hari Jum’at 12 Agustus 2011 telah diadakan pemutaran 27 Video Karya Remaja dari seluruh Indonesia. Video tersebut dikemas dalam satu kompilasi dengan tema besar “ME, INSTAN?”. Video tersebut diputar serempak pada 12 Agustus 2011 di 51 titik di Indonesia. Project besar yang digagas oleh Yayasan Kampung Halaman ini diselenggarakan tiap tahun. Project tersebut diberi nama Jalan Remaja 1208. Sebuah project yang dilakukan untuk memperingati HARI REMAJA INTERNASIONAL.

Suasana Pemutaran

Nah, pada kesempatan kali ini, dalam Project Jalan Remaja 1208, ada 3 video Remaja Cilacap yang juga mewarnai kompilasi video diary Me Instan. 3 video tersebut adalah “No Minder” karya Famela dari SMK N 1 Cilacap. “Aku Indonesia” karya Hernaedy Sidharta dari SMK Dr. Soetomo Cilacap, dan “Hanya Kenangan” karya Dimas Novianto alumnus SMK Dr. Soetomo Cilacap. Sore itu, suasana pemutaran menjadi meriah. Karena 3 pembuat video tersebut hadir secara langsung di Sangkanparan. Mereka pun mempresentasikan karya mereka satu per satu. Selain itu, mereka juga menyaksikan video lain karya remaja dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dibuka oleh Dewi Kusumawati pengurus perpustakaan dan bank data film Sangkanparan Cilacap. Hal yang paling membanggakan bagi mereka adalah, masuknya video mereka dalam kompilasi video Me Instan, yang dapat disaksikan secara serempak di 51 daerah di seluruh Indonesia.

Famela, gadis berjilbab berparas cantik ini menceritakan pengalamannya membuat video. “Adakalanya kami bertengkar karena berbeda pendapat, namun semua itu bisa kami selesaikan dengan baik” ujarnya. Famela juga bercerita, kalau dirinya dan teman-temannya harus bangun sebelum subuh untuk dapat mengambil gambar di sebuah pasar. Ini pengalaman yang unik dan tak terlupakan baginya.

Presentasi oleh Famela

Sementara, Dimas Novianto yang membuat karya dengan lukisan pasirnya menceritakan keluh kesah pembangunan di daerahnya. Ia merasa kehilangan kenangan masa kecilnya. Karena sawah-sawah dan keindahan alam di desanya kini telah berubah jadi lahan Industri. Kegelisahannya itu ia kemas dalam sebuah video berjudul Hanya Kenangan. Cara bertutur video ini agak lain dari video-video yang lain. Dimas mencoba bertutur dengan menggunakan bahasa gambar, melalui lukisan pasir yang ia buat diatas kaca.

Presentasi oleh Dimas Novianto

Lalu 1 lagi video dari Cilacap berjudul Aku Indonesia. Hernaedy Sidharta yang membuat karya tersebut ingin menceritakan keluh kesahnya terhadap dirinya yang keturunan Tionghoa. Seringkali ia mendapat perilaku yang berbeda dari yang lainnya. Permasalahan ini juga sering terjadi pada warga keturunan Cina yang lain di daerah lainnya. Ia selalu dipandang aneh ketika dirinya melaksanakan sholat di masjid. Karena tak banyak warga keturunan Cina yang memeluk agama Islam. Namun meskipun banyak perlakuan yang berbeda yang dirasakan Hernaedy, ia tetap saja bangga. Karena dirinya adalah anak Indonesia.

Presentasi oleh Hernaedy Sidharta

27 video yang diputar tersebut cukup memberi dorongan dan motivasi bagi para remaja di Cilacap. Dan tentunya diwaktu-waktu yang akan datang mereka juga ingin membuat video serupa untuk menceritakan tentang dirinya. Acara tersebut dihadiri kurang labih 30 penonton. Hadir pula Wakasek bagian Kesiswaan Andreas Rivai dari SMK Dr. Soetomo Cilacap. Para siswa dari SMK Dr. Soetomo Cilacap, para peserta workshop Prakerin 2011, SMK N1 Cilacap dan 2 siswi SMK N 1 Kebumen. Acara selesai dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>