Pada tgl 29 Juli 2011 Metamorfosa (Karang Taruna Sraten) mendapatkan informasi dari Kampung Halaman mengenai Pemutaran Jalan Remaja 1208. Setelah membaca TOR dan SOP-nya kami tertarik untuk terlibat dalam kegiatan ini. Sebenarnya ketertarikan kami tidak hanya sebagai Mitra Pemutaran namun juga sebagai Mitra Produksi. Namun mengingat schedule yang ada sudah tidak memungkinkan terlibat sebagai Mitra Produksi, akhirnya diputuskan untuk tetap mengadakan kegiatan pemutaran.
Kegiatan diadakan pada sore hari dilanjutkan dengan acara buka bersama. Konsep acara pemutaran film kemudian masing-masing penonton menuliskan pesan moral yang terkandung dalam film tersebut di kertas. Setelah semua film selesai diputar, MC memandu acara untuk mengetahui feedback, pesan kesan dari penonton (diskusi film). Banyak tanggapan yang menarik dari para penonton. Ada yang tertarik dengan film “Melepas BAB” karena menggambarkan kondisi negara ini yang semuanya serba uang, siapa yang bisa membayar maka semua urusan jadi lebih cepat. Ada juga yang tertarik dengan film “Mie Sandur”. Mereka menuturkan bahwa sebagai generasi penerus harusnya melestarikan budaya sendiri. Karena jika tidak, maka akan hilang ditelan jaman, bahkan bisa diklaim negara lain.
Lain halnya dengan film berjudul “Hanya Kenangan”, banyak sekali tanggapan dari penonton tentang film ini. Selain mengandalkan kekuatan visualnya, juga menggambarkan kerusakan lingkungan di Indonesia. Salah satu penonton menuturkan bahwa “Kita harusnya tidak mengandalkan kekuatan industri, toh negara kita adalah negara agraris, harusnya pertanianlah yang diandalkan”. Tanggapan lain mengatakan, ”Cukup memprihatinkan, sebagai negara pertanian apa-apa kita harus impor, dari buah, perikanan, peternakan, dsb”. Film ini menjadi film favorit penonton. Sementara Mie Sandur dan Melepas BAB menjadi film favorit kedua.
Dalam pemutaran ini, kami mengundang anggota Karang Taruna Metamorfosa, Finger Kine Film UKSW Salatiga, Teater Getar, Kepala Desa, dan Ketua RW dengan undangan sebanyak 50. Namun dalam pelaksanaanya yang hadir 22 orang. Meskipun demikian, secara keseluruhan berjalan dengan lancar. Banyak penonton yang menginginkan acara seperti ini perlu diadakan rutin. Bahkan banyak yang menginginkan untuk terlibat sebagai peserta pembuatan film Jalan Remaja.






