28 Oct 2011

Sumpahnya Remaja

Kira-kira tiga tahun lalu, tepatnya pada awal Juli 2008, Yayasan Kampung Halaman menyelenggarakan sebuah acara besar yang bertajuk “Indonesia Youth Media Camp & Festival (IYMCF)”. Remaja-remaja komunitas di seluruh Indonesia berkumpul di Tembi Rumah Budaya, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti workshop media selama satu minggu penuh. Salah satu workshop yang dibuat adalah workshop video diary dan radio diary, dimana para peserta diajarkan untuk menjadi kreatif dalam menyampaikan pendapat mereka dan sebagai reaksi kritis yang muncul guna menanggapi isu-isu yang berada di lingkungan sekitar mereka.

Adapun, hasil lain yang juga penting pada acara ini adalah adanya deklarasi yang dibuat dan dikumandangkan oleh para remaja, baik dari pesertanya maupun dari panitia. Deklarasi yang dibuat ini diutarakan bersama-sama oleh ratusan remaja dalam acara festival yang berlangsung selama sehari di Purawisata. Kira-kira seperti berikut deklarasi yang oleh panitia disebut sebagai “Sumpah Remaja”:

  1. Kami remaja, bebas berkarya, melestarikan lingkungan dan budaya Indonesia.
  2. Kami remaja, menghargai dan bermanfaat untuk sesama.
  3. Cerdas dan berpikir positif.
  4. Kami yang muda mampu memimpin dan bertanggung jawab atas diri kami sendiri.
  5. Kami remaja, tidak “bugil” di depan kamera.

Sekedar menjadi catatan, saat itu setelah pengucapan “Sumpah Remaja” ini semua remaja bertepuk tangan dan mengungkapkan kegembiraannya. Bagaimana tidak, selain membuat 5 rumusan tersebut membutuhkan proses yang tidak singkat, juga bisa dikatakan kalau inti dari acara IYMCF tercermin dari statement-statement yang terpapar pada “Sumpah Remaja” tersebut, sehingga prosesi deklarasi menjadi momen klimaks dalam seluruh rangkaian acara IYMCF.

Sekarang, tiga tahun sudah berlalu, dan pada hari ini, tepatnya 28 Oktober, seperti kita tahu adalah hari perayaan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda sendiri dideklarasikan oleh para pemuda-pemuda pada masanya, dan proses terwujudnya sendiri juga sama dengan Sumpah Remaja. Meski begitu, sekarang ada beberapa pemuda yang bahkan tidak hafal dengan isi dari deklarasi tersebut. Persoalannya kemudian adalah apabila kita saja tidak hafal, lalu bagaimana kita bisa memaknainya dan itu tercermin dari perilaku kita? Ini sama saja dengan keberadaan Sumpah Remaja yang terwujud tiga tahun lalu. Sekarang, sudah saatnya kita ingat-ingat kembali kelima poin sumpah di atas, dan kita jadikan sebagai pedoman dalam hidup. Selamat hari Sumpah Pemuda, teman! Hidup Sumpah Pemuda! Hidup Sumpah Remaja!

3 Diskusi: Sumpahnya Remaja

  1. ini forum yah? gimana cara gabungnya? trus ada sekertariatnya tiap kota gk? kalau dimakassar ada gk? mau banget gabungnya

    • Yup nurmala. Jalan Remaja ini sifatnya lebih ke forum. kalau mau gabung, gampang aja, cukup daftar aja kesini. Kalau sekretariatnya tiap kota kami tidak ada, karena basis forum ini adalah dunia maya (internet). Tetapi untuk di makassar, setiap kali event Jalan Remaja 1208 kami kerap bekerja sama dengan komunitas Rumah Kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>